Selasa, 08 Maret 2016

Ternyata kita butuh matahari..

Hari ini, 9 maret 2016 terjadi gerhana matahari dan kebetulan di Indonesia bisa melihat dan merasakannya. Dari beberapa hari sblmnya ramai di media sosial terkait persiapan ini itu untuk menghadapi gerhana.
Ditengah hiruk nya para orang2 kekinian yg nyiapin kacamata hitam khusus dan kamera dgn filter, ternyata banyak juga yang memposting tentang sunah dan riwayat Rasulullah terkait dgn terjadinya gerhana ini.
Ternyata di zaman nabi pun pernah terjadi, dan beliau telah mencontohkan apa yang sebaiknya dilakukan. Baca2, menyadari ada satu hal yg bikin hati mencelos.. Dulu ketika terjadi gerhana, nabi gelisah, beliau khawatir bahwa ini merupakan tandanya kiamat. Bisa dilihat dari tatalaksana shalat yg beliau contoh kan. Diperlamanya ruku dan sujud, merupakan tanda penghambaan, penyerahan diri yg lebih dari biasanya. bahkan zikir yg dianjurkan adalah beristighfar. Ini nih yg bikin nyesek, begitu takutnya beliau, tapi coba dipikirin lagi ternyata bener juga.
Coba bayangkan jika Allah tidak mengizinkan matahari utk tetap bersinar, Dia biarkan sang bulan tetap menutupi matahari selamanya?! Akan sanggup bertahan berapa lama kita?
Itulah sebabnya mengapa gerhana bukan hanya fenomena biasa, itu adalah cara Allah menyadarkan kita, seberapa kecilnya manusia. Bisa apa kita jika Allah sudah berkehendak, emangnya bisa gitu manusia memerintahkan bumi, bulan bahkan matahari?
Setelah gerhana matahari lewat alangkah indahnya syukur itu, syukur bahwa kita masih bs menikmati matahari tanpa kurang suatu apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar